rumah batik & tenun in batam post
Kamis, 27 September 2007
Tanpa ragu, Nina coba mengkombinasikan kebaya encimnya dengan kain batik Cirebon warna biru langit. Hasilnya, luar biasa. Ia mengaku langsung jauh hati. Kombinasi yang sebelumnya tak pernah terbayangkan, bisa sebagus itu.
Ia kemudian mencoba lagi kebaya dari bahan brokat Perancis warna merah marun dengan batik pekalongan warna serasi. Ternyata hasil sama, indah sekali. Batik tak kalah dengan kain lainya. Bagus untuk kombinasi atasan apa saja
Biarpun kini begitu banyak pilihan busana. Batik masih sangat melekat sebagai busana pilihan wanita. Nina salah satunya, disetiap acara-acara tertentu ia tetap memilih batik sebagai busana pilihan terbaik. Utamanya saat pergi ke acara resmi nasional seperti pernikahan atau acara lain yang dianggap penting. ’’Pokoknya saya tak akan pindah ke lain kain,”kata Nina.
Malah seiring dengan semakin memasyarakatnya batik. Busana ini jadi kian melebar fungsinya. Tak hanya dipakai ke acara formal yang dianggap penting saja. Namun dikenakan dalam aktifitas keseharian. Tentu untuk keseharian mesti dipilih busana batik yang dirancang sebagai busana kasual.
’’Sekarang pecinta batik tak akan kehabisan motif,’’ kata Indah, Pemilik Rumah Batik dan Tenun di Kepodang Raya No-14 Kurnia Djaja Alam.
Kini motif batik sangat banyak pilihan. Dari batik Solo, batik Pekalongan, batik Yogyakarta hingga batik Cirebon. Jangan takut juga saat pakai batik bakal sama dengan orang lain. ’’Motif – motif batik biasanya dibuat eksklusif. Seperti di Rumah Batik dan Tenun, satu motif batik hanya tersedia satu saja,’’ ujar Indah.
Untuk batik Pekalongan, Yogyakarta dan Solo sudah tak asing lagi. Motif batiknya lebih didominasi dengan warna-warna gelap seperti cokelat dan hitam. Hanya saja para perancangnya kini banyak memadukannya dengan payet. Hasilnya batik Pekalongan, Yogyakarta dan Solo jadi kian eksklusif. Salah satunya batik Pekalongan warna merah marun koleksi Rumah Batik dan Tenun ini. Makin eksklusif karena dibuat dari alat tenun bukan mesin(ATBM).
Alternatif lain yang bisa dipilih adalah batik Cirebon. Sama seperti batik pekalongan dan Solo, batik Cirebon juga punya ciri khas. ’’Batik Cirebon didominasi dengan warna-warna cerah,’’ ujar Indah. Indah menuturkan batik Cirebon memiliki motif yang lebih bebas. Itu sesuai dengan kehidupan masyarakat Cirebon. Dimana dari sisi geografisnya, Cirebon merupakan daerah pantai. ’’Batik Cirebon sering dibilang batik motif pesisiran,’’ tutur Indah.
Pilihan warnanya relatif bervariasi seperti warna hijau muda, pastel, merah, merah muda dan biru langit. Motifnya juga beragam tumbuhan, daun dan bunga. ’’Pada batik Cirebon, ukuran daun dan bunganya lebih besar,’’ kata Indah. Agar penampilan makin lengkap, jangan lupakan selendang. Sebab, biasanya batik dipakai dengan selendang sebagai pemanisnya. Motif selendang mesti dipilih motif yang sama dengan busana batiknya. Jika anda ingin menjadikan batik sebagai souvenir untuk relasi. Harga busana batik Cirebon atau Pekalongan ATBM plus payet per stelnya dengan selendangn, dijual dengan harga Rp450 ribuan.
courtesy:
http://batampos.co.id/
No comments yet.
